SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad sampurno
Blora – Sejumlah barang kebutuhan dapur rumah tangga kembali mengalami kenaikan. Pasalnya, stok kebutuhan tersebut mengalami penurunan. Sehingga memicu sepinya pembeli.
Hampir sepekan ini, pedagang di Pasar induk Blora, Jawa Tengah mengeluhkan tingginya harga kebutuhan dapur rumah tangga. Selain menambah modal pengeluaran, kenaikan harga itu memicu menurunnya jumlah pembeli.
“Hampir semua jualan saya naik. Gak tau, dari sananya juga sudah naik,†tutur Sureni, salah satu pedagang kebutuhan dapur di pasar induk Blora, Jum’at (4/3/2016)
Dari seluruh barang yang dia jual, hampir semua mengalami kenaikan. Untuk cabai besar yang sebelumnya Rp30.000, saat ini naik Rp3.000 menjadi Rp33.000. Cabai kecil sebelumnya Rp15.000 kini menjadi Rp17.000. Bawang merah sebelumnya hanya Rp25.000 kini menjadi Rp30.000, Bawang putih yang sebelumnya Rp24.000 kini menjadi Rp25.000.
“Kenaikannya merata, ada yang Rp1.000 hingga Rp5.000,†tuturnya.
Kenaikan harga tersebut, menurut Sureni, terjadi hampir sepekan ini. Dia tidak mengetahui sebab pasti kenaikan tersebut. Dari suplier, menurut dia, barang sedang langka dan sulit. Kenaikan harga ini, juga berimbas pada menurunnya jumlah pembeli.
“Sebelum ada kenaikan masih ramai, ini mulai menurun,†ungkapnya.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi  dan UKM (Disperindagkop UKM ) Blora, Maskur, mengatakan, sebenarnya untuk cabai produksi Jepon sangat cukup. Namun, hasil produksi tersebut juga dikirim ke Kabupaten lain. Seperti Rembang, Jepara atau bahkan Semarang. Menurutnya, saat ini sedang tidak musimnya.
“Hal itu berimbas dari kurangnya stok untuk pasar daerah,†ungkapnya
Terkait kemungkinan adanya penimbunan barang, menurutnya, hal itu tidak mungkin. Sebab, penimbun tentu tidak mau menanggung rugi karena kebutuhan dapur seperti bawang dan cabai akan  mudah busuk.
“Kalau penimbunan pasti tidak. Ya ini karena tidak musim saja,†pungkasnya. (ams)