Instruksikan Tangkap Mafia Pupuk Subsidi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menginstruksikan kepada seluruh masyarakat, dan jajaran keamanan Tuban, Jawa Timur, untuk tidak segan membasmi mafia pupuk bersubsidi di wilayahnya. Penyebabnya praktik monopoli pupuk kerap merugikan petani, dan memicu kebijakan impor dari pemerintah.

“Tangkap saja mafia pupuk subsidi siapapun itu,” kata Mentan Amran Sulaiman, kepada Suarabanyuurip.com, ketika di temui di Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan, Tuban, Sabtu (5/3/2016).

Praktik mafia pupuk tidak dapat diampuni, terbukti tahun 2015 saja Mentan telah memenjarakan 40 orang mafia pupuk. Jumlah tersebut bakal terus bertambah, sejalan dengan keterlibatan publik.

“Indonesia harus bebas dari Mafia secara bertahap,” tegasnya.

Diketahui, terkait pupuk subsidi pemerintah telah menyiapkan kios khusus. Dimana di Tuban ada 11 kios resmi yang ditunjuk pemerintah sebagai distributor pupuk. Adanya kios pupuk petani harus memahami aturannya, dan konsekuensinya pendistribusian pupuk.

Soal pupuk bukan perkara baru bagi Mentan, hampir setiap tahun di berbagai daerah mengalami hal serupa. Kondisi tersebut ternyata dialami petani Banyubang, Kecamatan Garabagan. Informasi tersebut baru didengar Mentan dalam 7bulan terakhir.

Baca Juga :   AMSI Ajak Semua Pihak Bentuk Ekosistem Bisnis Media Lebih Baik

“Petani sulit mendapatkan pupuk ketika musim tanam,” kata seorang petani Banyubang, Muhammad Maliki (37) mengungkapkan.

Sebelumnya tidak pernah ada fenomena pupuk langka. Tetapi tahun ini hampir setiap kali tanam sulit memperoleh pupuk subsidi. Rata-rata hanya tuan tanah yang mendapatkan pasokan lebih. Sedangkan petani yang memiliki lahan 1 hektar harus membeli diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Pemerintah.

“Kadang mencapai Rp 150 ribu per zak untuk semua jenis pupuk,” ungkapnya.

Padahal HET pupuk tertinggi rata-rata Rp 95 sampai Rp 100 ribu per zak. Kondisi demikian kerap merugikan petani jagung, cabe, maupun kacang di wilayah setempat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *