SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, siap menekan impor jagung masuk Indonesia selama hasil produksi Nasional meningkat. Komitmen tersebut bertujuan memacu etos kerja petani lokal, tetap menjaga kualitas hasil panennya setiap tahun.
“Kalau produksi jagung melimpah impor akan dihentikan,” kata Mentan Amran Sulaiman, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai kunjungan pertanian di Desa Banyubang, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2016).
Menindaklanjuti intruksi Presiden RI, Joko Widodo, Mentan bakal menelusuri setiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Tindakan tersebut untuk menekan problem petani, sekaligus memberikan solusi langsung maupun berkala.
Saat ini Pemerintah telah menekan impor sekecil mungkin. Upaya tersebut tidak mudah, berbagai pihak harus bersinergi baik petani, masyarakat, maupun elemen lainnya.
“Semua pihak harus menyadari pentingnya keseimbangan harga,” imbuh pria kelahiran Bone, Sulawesi tersebut.
Mentan meminta seluruh petani merubah prinsip hukum ekonomi di Indoensia. Dimana ketika panen raya datang, harga jual hasil pertanian harus normal. Hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara mengontrol tempo penjualan.
“Kualitas hasil pertanian harus dijaga betul,” tambahnya.
Apalagi harga jagung di Tuban hanya Rp 2.300 per kilogramnya. Besaran tersebut harus dinaikkan agar petani tidak merugi. Harga jagung normal kisaran Rp 2.700 sampai Rp 3 ribu per kilogramnya (Kg).
“Apabila harga jagung Rp 2.700 per Kg, petani sudah untung,” tandasnya.
Soal kenaikan harga jagung petani harus ingat, masih banyak pihak serupa peternak unggas mengeluh ketika melejitnya harga jagung. Apalagi beberapa waktu lalu harga jagung mencapai Rp 6 ribu per Kg. Kenaikan tersebut serentak mendapat respon keras dari peternak di berbagai daerah.
Mentan sangat mengapresiasi dedikasi, dan etos kerja petani Tuban. Penyebabnya tanpa memperoleh bantuan bibit dari pemerintah, mampu memproduksi jagung secara maksimal.
Sementara, Bupati Tuban, Fathul Huda, berharap kunjungan Mentan awal tahun ini memberikan dampak positif bagi pertanian Tuban. Pemda sangat bangga dengan semangat petani di wilayahnya, dimana produksi jagung Tuban nomor 1 se-Jatim.
“Lainnya produksi padi urutan ke-8, dan daging urutan kedua tingkat regional,” sambungnya.
Terkait produksi jagung Tuban, tahun ini ada peningkatan 10 ribu ton. Tahun sebelumnya jumlah produksi jagung hanya 80 ribu ton, dan tahun ini meningkat 90 ribu ton jagung.
“Kondisi ini harus dipertahankan demi menjaga swasembada pangan lokal,” pungkasnya. (Aim)