SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Berlarut-larutnya penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam untuk kepentingan pengembangan Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, geram.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono, menuding operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tidak pernah menindaklanjuti persoalan TKD Gayam sejak tahun 2012 silam.
“Pada desember 2012, EMCL menunjukkan kepada desa empat lokasi dan desa setuju tetapi tidak pernah ada tindak lanjut dengan alasan kehati-hatian,” ujar Soehadi saat rapat koordinaasi (Rakor) TKD Gayam di GDK, Jumat (4/3/2016) sore kemarin.
Saat itu, lanjut Soehadi, desa sudah melaksanakan muyawarah desa pada Agustus 2013. Pada prinsipnya, desa menerima tanah pengganti hanya berupa tanah pengganti oleh karena desa hanya menerima calon tanah pengganti TKD yang sudah memenuhi persyaratan.
Selain itu, Soehadi Moelyono juga menyoroti sikap EMCL yang melakukan uji kesuburan tanah. Padahal hal ini tidak masuk dalam persyaratan. Apalagi, jika menilik kebelakang, Pemkab sudah menawarkan hasil uji tapi ditolak.
“Ya kalau dilihat struktur tanah di Bojonegoro sama saja,” pungkasnya.(rien)