SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Lokasi kecelakaan maut antara Mobil Elf dengan Honda Mobilio yang menewaskan tujuh orang dan delapan orang luka-luka di Km 117 -200 Bojonegoro – Padangan, tepatnya di Desa Ngringrejo, Kecamatan Kalitidu, pada Minggu (6/3/2016) pukul 18.00 WIB kemarin, bukanlah merupakan titik black spot (rawan lalu lintas).
“Ini bukan titik rawan kecelakaan lalu lintas. Karena dari hasil analisa dan evaluasi kami setiap minggu di sini tidak sering terjadi kecelakaan,†tegas Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP. Prianggo Parlindungan Malau saat mendampingi Kapolres Bojonegoro AKBP. Hendri Fiuser menyambut tim gabungan Polda Jatim untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan di lokasi kejadian, Senin (7/3/2016).
Mantan Subditregident Ditlantas Polda Jatim itu mengungkapkan, di Bojonegoro hanya ada satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Yakni di wilayah Baurno titik 27 – 28 Km.
“Titik ini kita tetapkan sebagai black spot karena di tempat ini sering terjadi kecelakaan. Untuk tahun 2015 jumlah kecelakaan mencapai 9 kasus,†tandas Prianggo.
Namun begitu, Pringgo menyatakan, dengan adanya kecelakaan yang menewaskan tujuh orang ini pihaknya akan kembali melakukan evaluasi dengan Dinas Perhubungan untuk menentukan titik black spot.
“Kecelakaan yang terjadi di sini tergolong besar karena korbanya lebih dari lima orang,†pungkasnya. (suko)