Padi Siap Panen Roboh Diterjang Angin

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Hujan deras disertai angin yang terjadi beberapa hari terakhir ini mengakibatkan tanaman padi siap panen di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ambruk. Petani terpaksa mengikat batang padi agar bulirnya tidak membusuk akibat terendam air.

Kondisi tersebut dijumpai hampir di seluruh wilayah Bojonegoro. Seperti di Kecamatan Kalitidu dan Gayam. Petani terlihat sibuk mengikat batang padi yang roboh.

“Kena angin. Ini saya ikat biar tidak busuk, karena belum waktunya di panen,” kata Kasnawi, petani Dusun Bendo, Desa Katur, Kecamatan Gayam.

Lahan Kasnawi seluas seperempat hektar berada dipinggir jalan poros Kecamatan Kalitidu – Gayam, tepatnya sebelah utara gudang penyimpanan alat pengeboran minyak milik PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro.

Dari luasan itu, sekira 30 persen tanaman padi berusia 27 hari roboh diterjang angin. Padahal padi itu baru bisa dipanen sekira 20 hari lagi.

Kasnawi mengaku, dengan kondisi ini dipastikan kwalitas padinya turun saat dipanen nanti. Penyebabnya bulir padi yang sudah berisi terendam air.

Baca Juga :   Lebaran Berkah Bagi Tukang Ojek

“Kalau tidak segera diikat takutnya sungai di samping meluap dan merendam. Kalau kualitas turun sudah pasti penggilingan tidak mau membeli,” akunya.

Kejadian serupa juga menimpa petani di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Lahan padi siap panen milik Saidi, yang berada di pinggir Jalan Nasional Bojonegoro – Padangan juga ambruk diterjang angin.

“Kalau sudah begini jelas produksinya menurun,” sambung Saidi. (roz)   

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *