SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), akhirnya menyatakan adanya peningkatan produksi di Lapangan Banyuurip yang terletak di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Peningkatan ini karena rampungnya proses start -up di pusat fasilitas pemrosesan minyak mentah (Central Processing Facility/CPF) Banyuurip.
“Proses start-up Fasilitas Pemrosesan Pusat berlangsung dengan aman. Saat ini, produksi lapangan Banyu Urip telah mencapai 165,000 barel minyak perhari,” kata Humas dan Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/3/2016).
Sebelumnya, Kepala Unit Percepatan Proyek Banyuurip, Julius Wiratno, mengatakan jika produksi di Lapangan Banyuurip telah meningkat sebanyak 165.000 Bph. Dengan kata lain capaian puncak produksi telah terealisasi.Â
“Betul Pak,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (5/3/2016) lalu.‎
Secara teknis pria asal Salatiga, Jawa Tengah ini kemudian membeberkan proses tercapainya puncak produksi. Menurutnya, capaian puncak produksi karena proses pengerjaan Train B sudah rampung dan running sejak tanggal 19 Januari lalu. Kemudian Gas Turbine Generator (GTG) juga sudah dapat digunakan.
“GTG sudah dipakai gas fuel, sejak akhir Februari kemarin,” paparnya.
Sehingga, jumlah produksi di Lapangan Banyuurip sudah bisa lebih dari 165 ribu bph. Kendati demikian, secara teknis masih dibutuhkan pengerjaan lebih lanjut. Menurutnya, saat ini hanya tinggal gas compressor untuk sistem injeksi.
“Jadi gas masih flaring,” imbuhnya.
Julius memperkirakan, pengerjaan sistem injection flaring tersebut diperkirakan akan selesai padaakhir bulan April atau awal Mei mendatang.
“Jadi Juni bisa selesai semuanya,” tuturnya. (roz)