Pembangunan Gedung SMKN 5 Terhenti

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pihak sekolah berbasis ilmu pengetahuan tentang minyak dan gas bumi (Migas) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nampaknya harus bersabar.

Hal ini dikarenakan, pembangunan gedung yang dibiayai dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) terhenti dan belum dapat dilanjutkan kembali.

“Padahal beberapa bulan lagi mulai penerimaan peserta didik baru,” kata Kepala SMKN 5, Suyono, Rabu (9/3/2016).

Selain tambahan pembangunan, pihaknya juga membutuhkan dana tambahan untuk peralatan penunjang kegiatan pendidikan, biaya operasional, dan lain sebagainya.

“Sekarang sudah ada 6 ruang kelas dengan kapasitas masing-masing 192 siswa, masih kurang 6 ruang lagi,” ungkapnya.

Meski demikian, Suyono memiliki opsi jika memang pembangunan tidak bisa dilanjutkan. Yakni, dengan sistem masuk pagi untuk siswa kelas XI dan masuk siang untuk siswa kelas X.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang SMP/SMA/SMK, Dinas Pendidikan, Puji Widodo, menyatakan, pembangunan SMKN 5 belum bisa dilanjutkan karena ada penyesuaian anggaran pada 2016 sebagai imbas menurunnya dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) tahun 2016.

Baca Juga :   Guru SMA dan SMP Dilatih Optimalkan Website

“Jadi banyak sekali anggaran yang dikurangi, jadi pembangunan harus menunggu pada P-APBD. Itupun jika disetujui,” jelasnya.

Meski demikian, Diknas telah mengajukan proposal ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Diknas Provinsi Jawa Timur.

“Kami juga telah berupaya, tidak diam saja,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *