Warga Ring 1 Banyuurip Rintis Usaha Pengelasan

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Berakhirnya proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC), Lapangan Banyuurip, Blok Cepu tak menyulutkan semangat El-Syaifuddin, warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merintis usaha secara mandiri. 

“Intinya ingin merangkak dari bawah,” kata dia kepada  Suarabanyuurip.com Rabu (9/3/2016)‎

Bapak satu anak ini sedang merintis usaha jasa las listrik setelah mendapat pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) pada 23 Nopember 2015 lalu.‎ Fuddin, sapaan akrabnya, mulai membuka bengkel satu minggu setelah mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Kerja (BLK) Bojonegoro.

“‎Sekarang sudah mulai buka bengkel las sendiri,” ucapnya.

Seperti pada umum memulai usaha, dia pun menemui beberapa kendala. Terutama menyangkut permodalan untuk kelengkapan peralatan lasnya. Namun, baginya kendala tersebut bukan halangan. Fuddin tetap berjibaku demi usahanya. Bahkan, dia sudah memiliki 1 orang karyawan.

“Walaupun peralatannya belum lengkap sudah mempunyai 1 anak buah. Kendalanya mau beli peralatan lengkap terkendala modal,” ucapnya.

Baca Juga :   Gandeng Operator Migas Kembangkan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Meski demikian, usaha jasa lasnya siap menerima pesanan. Mulai pagar, teralis, kanopi, dan lain lain.‎ Disamping ingin mandiri, apa yang dilakukannya juga bertujuan membuka serta menciptakan lapangan pekerjaan baru. Apalagi dengan rampungnya proyek EPC, daya saing pun semakin kecil. Dia pun optimis usahanya dapat berkembang.

‎”Peluang ke depan saya kira sangat berpeluang besar mengingat daya saing yang sedikit,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan mengelas pun termasuk jarang yang memiliki. Dia pun mengaku bersyukur dapat ikut menjadi peserta pelatihan. Terlebih sedikit banyak, dia merasa memiliki bakat mengelas.

Hanya pada saat itu dia urung mengasah bakatnya karena biaya kursus ngelas yang cukup mahal. Fuddin juga memiliki ketrampilan dibidang perkayuan. Menurutnya, teknis pengerjaan mengelas tidak jauh beda dengan perkayuan.

‎”Menurutku tukang las sama tukang kayu tak jauh beda kok, Mas. Hanya beda material saja,” tuturnya.

Saat ini, usaha las listriknya sudah mengerjakan beberapa pesanan. Ke depan dia berharap jasa lasnya bisa berkembang. Bahkan tidak menutup kemungkinan dalam skala besar seperti proyek di JTB maupun yang lain.

Baca Juga :   Pembatik Blora Belajar Desain dan Pemasaran

Selain telah mendapat pelatihan dari Disnakertransos – EMCL, dia juga sudah memiliki sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“‎Sementara yang pesan dari lokal Gayam. Beberapa ada yang mau pesen dari luar cuma kita belum siap,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, Fuddin terus bersemangat merintis usahanya dan melayani sejumlah pesanan di rumahnya Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam RT 35 RW 07.

“Ada rencana cari tempat yang strategis yang bisa diakses dari segala penjuru,” tutup Fuddin. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *