SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Meskipun puncak produksi Blok Cepu telah tercapai 165.000 barel perhari (Bph) pada awal maret 2016 ini, namun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum mendapatkan kenaikan dana bagi hasil (DBH) migas seperti yang sudah diestimasikan sebelumnya.
“Belum ada kenaikan,” ujar Kepala Dinas Pendapatan, Herry Sudjarwo, Selasa (15/3/2016).
Kenaikan DBH Migas masih menunggu pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) Perubahan tahun 2016. Sambil lihat perkembangan harga minyak mentah dunia.
“Harga minyak mentah dunia juga sangat mempengaruhi, kalau masih sekira USD30 perbarel kenaikan DBH Migas belum tentu tinggi,” imbuhnya.
Saat ini, DBH minyak bumi yang diterima adalah Rp206.101.654.800 dari target Rp1.358.863.000.000. DBH gas bumi sebesar Rp734.757.200 dari target Rp3.400.000.000 dan DBH pendidikan sebesar Rp6.882.261.200 dari target 14.137.000.000.
“Penerimaan itu per Januari 2016, dengan realisasi target rata-rata hanya 16 persen saja,” pungkasnya.(Rien)