SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Rencana Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, merelokasi pedagang kaki lima (PKL) taman seribu lampu ke Lapangan Ronggolawe, Kecamatan Cepu, memunculkan pro-kontra di kalangan pedagang dan masyarakat. Mereka memberikan tanggapan beragam atas akan dijadakinnya taman seribu lampu sebagai ruang terbuka hijau.Â
Pemkab sendiri belum mensosialisasi rencana relokasi tersebut. Namun banyak warga yang telah mendengar kabar itu, termasuk para pedagang yang menempati ruko di lapangan Ronggolawe.Â
Indra (33), pemilik konter pulsa di ruko Lapangan Ronggolawe, misalanya. Dia mengaku setuju jika PKL taman seribu lampu dipindah ke areal lapangan.
“Tentunya nanti akan tambah ramai,” katanya, Senin (14/3/2016).
Menurutnya, ada lebih dari 35 pedangan yang menempati ruko sekitar Lapangan Ronggolawe.
“Saya setuju kalau tidak ada pembongkaran. Kalaupun terpaksa ada pembongkaran, pemerintah harus menyediakan tempat untuk kami,” ujarnya.
Berbeda lagi dengan Sumiati (bukan nama sebenarnya). Warga RT 1 RW 8 Kelurahan Cepu, itu kurang setuju dengan rencana relokasi tersebut.
“Karena nanti akan menimbulkan keresahan warga,” sambung wanita yang mengaku tinggal tidak jauh dari Lapngan Ronggolawe dan memiliki usaha di ruko lapangan tersebut.
Menurutnya, relokasi itu justru akan memunculkan banyak masalah yang ditimbulkan oleh PKL. “Disamping suara bising dari musik juga masalah lingkungan termasuk masalah sampah,” kata dia.
Sebab di lapangan tersebut termasuk susah untuk memeperoleh air. “Kalau mereka mau buang air atau yang lain bagaimana? Pasti akan menimbulkan bau tak sedap,” ucapnya.
Disamping itu, lanjut dia, dagangan dari para PKL juga akan susah untuk terjual karena lokasinya berada di dalam lapangan.
“Lapangan ini juga masih digunakan untuk olahrga dan berlatih sepak bola,” terangnya. (ams)