SuaraBanyuurip.com – Totok MartonoÂ
Lamongan – Pengusaha Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur masih menunggu kepastian dari pemerintah turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar.
“Kami masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah tentang bakal turunnya harga premium dan solar,” kata Bendahara Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas bumi (Hiswana) Lamongan, Abdul Haris Yahya, Â kepada Suarabanyuurip.com, Senin (21/3/2016).
Pihak PT Pertamina (Persero) juga belum memberikan pemberitahuan resmi via email kepada pengusaha SPBU tentang akan turunnya harga BBM bersubsidi.
“Kapanpun harga turun kami selalu siap,” tambah Yahya.
Meski belum ada kepastian, umumnya para pengelola SPBU melakukan antisipasi turunnya harga premium dan solar dengan mengurangi DO (permintaan) dua komoditi tersebut. Upaya ini dilakukan jika sewaktu-waktu harga turun mereka tidak mengalami kerugian akibat selisih harga.
“Sejak beberapa hari ini DO premium dan solar dikurangi, Mas. Kuatir nanti pas stok banyak tiba-tiba harga turun bisa rugi besar,” kata salah satu pengawas SPBU yang enggan namanya ditulis.
Kendati turunya harga premium dan solar diperkirakan hanya dikisaran Rp200 perliter, namun jika dikalkulasi dengan besaran DO yang mencapai 8000 liter bisa dipastikan kerugian yang ditanggung bisa mencapai jutaan rupiah. (tok)