Kesejahteraan Masyarakat Belum Merata

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, akan melakukan inventarisir secara detail program apa saja yang ada di masyarakat saat ini untuk lebih dioptimalkan lagi.

Meski puncak produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sudah terlaksana 165.000 barel per hari (Bph), namun dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) mengalami penurunan karena pengaruh harga minyak mentah dunia.

“Apalagi program pembangunan di Bojonegoro harus dievaluasi ulang saat ini,” ujar Wakil Ketua DPRD, Sukur Priyanto.

Meski ada beberapa alokasi pendapatan yang harus ditunda untuk pembangunan, namun kebutuhan masyarakat harus tetap diutamakan.

“Semua itu, harus menunjang demi meningkatnya sumberdaya manusia dan pertumbuhan ekonomi secara merata,” imbuhnya.

Secara umum, Sukur mengakui keberadaan industrialisasi migas, tidak hanya di Blok Cepu membuat peningkatan kesejahteraan masyarakat . Akan tetapi, jika melihat kondisi sekarang ini kesejahteraan masyarakat di Bojonegoro belum merata sepenuhnya.

Hanya kelompok tertentu saja yang bisa menikmati keberadaan industri migas, yang kaya semakin kaya dan si miskin masih sama saja.

Baca Juga :   Tripatra Berikan Pekerja Gunakan Hak Suara

“Kita lihat, saat ini kesenjangan sosial yang terjadi antara wilayah kota dan desa sangat mencolok. Baik itu melalui pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan sumber daya manusia (SDM) nya,” tegas politisi asal Partai Demokrat ini. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *