SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku belum menerima laporan tentang rencana pembongkaran Lapangan Alas Tua West/Barat (ATE), Blok Cepu yang bersentra di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
“Belum tahu rencana itu,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Baintoro kepada Suarabanyuurip.com disela kunjungannya ke Desa Gayam, Kecamatn Gayam pekan lalu.
Namun, menurut dia, Lapangan ATW masuk bagian rencana pengembangan atau Plan Of Developmen (PoD) di Blok Cepu. Selain ATW, juga Lapangan Kedung Keris (KDK) yang berpusat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Bahkan, hasil kajian untuk PoD Lapangan KDK akan segera diserahkan.
“Akan di PoD kan, termasuk yang di KDK,” ujarnya.
Kabar rencana pembongkaran Lapangan ATW sebelumnya diungkapkan Camat Ngasem, Machmuddin. Menurut dia, pihak ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) sudah memberitahukan rencana pembongkaran Lapangan ATW. Saat ini masih dilakukan beberapa persiapan.
Termasuk tentang keterlibatan tenaga kerja. Mengenai alasan pembongkaran tersebut, dia mengaku tidak tahu menahu.
“Saya tidak tahu. Entah kurang ekonomis atau tidak yang jelas katanya Lapangan ATW akan dikembalikan ke negara,” ungkap Camat.
Kepala Desa Ngasem, Suwondo juga membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, operator Blok Cepu, EMCL, telah memberitahukan rencana tersebut kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ngasem.
Dia mengungkapkan, dalam pemberitahuan itu masih belum jelas disebutkan kapan waktunya. Sebab, masih memerlukan tenaga kerja yang akan dilibatkan.
“Kabarnya seperti itu, beberapa waktu lalu ada pemberitahuan ke kami,” ujarnya. (Roz)