SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Â World Bank mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, dalam memberikan layanan publik saat ini bagi masyarakatnya.
Edgardo, perwakilan dari World Bank, mengungkapkan, Indonesia adalah negara yang sedang tumbuh, namun tantangan dalam penyediaan layanan publik masih banyak. Di antaranya 55 juta penduduk Indonesia tidak memiliki akses listrik, 90 juta penduduk tidak memiliki akses air bersih, 13 juta anak-anak masih kurang gizi.
“Belum lagi angka kematian ibu yang masih di angka 190 per 100.000 kelahiran hidup, dan Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara berpendapatan menengah di Asia,” ujarnya, Rabu (23/3/2016).
Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, bisa dilakukan melalui pendekatan reformasi berbasis masalah spesifik atau reformasi secara menyeluruh.
Pelajaran yang bisa dipetik dari program di Bojonegoro adalah perbaikan layanan publik yang membutuhkan keterlibatan multi sektor dan pemerintah berbagai tingkat, mencakup peran pemerintah daerah sebagai penyedia layanan dan juga memberi stimulan bagi permintaan layanan.
“Pada sisi suplai (penyedia), pemerintah daerah perlu memastikan bahwa semua mata rantai dalam produksi layanan publik berjalan baik dan kualitasnya baik pula,” tandasnya.
Sementara itu, Pemkab Bojonegoro, terus melakukan peningkatan pelayanan publik melalui Gerakan Desa Sehat Cerdas dan gerakan ayo sekolah.
Bupati Bojonegoro, Suyoto, mengatakan, gerakan ayo sekolah telah diapresiasikan melalui melalui pemberian dana alokasi khusus (DAK) kepada siswa SMA sebesar Rp 500.000 per tahun di 2015 dan Rp 2 juta per siswa per tahun di 2016.
“Hal itu merupakan upaya menekan angka drop out  dan meningkatkan mutu belajar mengajar,” pungkasnya. (Rien)