SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, Jawa Timur, bekerjasama dengan PT Petrokimia Gresik dan Dinas Pertanian setempat akan melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi ditingkat distributor dan kios resmi.
Sales Supervisior PT Petrokimia Gresik, Suprapto, menghimbau kepada seluruh pemilik kios maupun distributor resmi pupuk untuk terus melakukan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau ada yang melanggar langsung ditindak tegas, kontraknya akan langsung kita putus,” ungkapnya, Jumat (25/3/2016).
Dia mencontohkan, oknum yang bermain dalam penyaluran pupuk bersubsidi akan langsung diputus kontraknya seperti pada kios yang ada di Kecamatan Sekar.Â
“Idealnya, 1 desa adalah 1 kios,” tandasnya.
Saat ini, ada 530Â pemilik kios pupuk (bukan 419 kios seperti yang diberitakan sebelumnya), dan 10 orang dari distributor yang tersebar di 419 desa se Kabupaten Bojonegoro. Satu kios penyaluran pupuk mampu memberikan stok pupuk untuk 100 hektare sawah.
“Ada kekurangan kios di kecamatan Dander karena dihitung dari luas wilayah persawahannya,” imbuhnya.Â
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0813 Letkol Kav Donova Pri Pamungkas, sepakat akan menindak tegas kepada oknum yang berani bermain dalam penyaluran pupuk ini bersama pihak kepolisian setempat.
“Jadi jangan main-main masalah pupuk ini,” pungkasnya. (Rien)