SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Gas murah untuk rumah tangga dalam program City Gas sampai saat ini masih belum terealisasi. Padahal, dari Perusahan Gas Negara (PGN) awalnya menjadwalkan pada awal Februari 2016 untuk Gas In bagi 700 - 800 rumah tangga di wilayah Ring-1 Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ), namun gagal.
Sehingga PGN harus menjadwalkan ulang pada bulan Maret ini sudah terealisasi.
Belum lama ini, Manager PT PGN area Semarang, Edi Sukamto, mengaku telah siap untuk melakukan operasi, namun pihaknya harus menungguBkepastian dari Pertamina terkait suplai gas rumah tangga tersebut dari Central Processing Plant (CPP) Â Proyek PPGJ Pertamina EP Asset 4 Cepu, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sementara itu, Field Manager (FM) PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Anperianto menjelaskan, terkait City Gas, pihaknya mengaku masih melakukan finalisasi Fasilitas treatment.
“Meski infrastrukturnya sudah ready di CPP kami, tapi kami harus finalkan dulu penyempurnaan proses treatment-nya di salah satu fasilitas/ equipment. Selain itu, permasalahan compliance project harus kami selesaikan di internal team Pertamina EP,” katanya.
“Prepare untuk updating apabila memang rencana distribusi sudah matang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus menjelaskan, dengan konsolidasi internal di Pertamina EP serta  penyempurnaan facility system yang ada, pihaknya mengaku  sudah berusaha untuk membuat spesifikasi H2S yang memenuhi standard.
“Sehingga gas yang di jual menjadi sebaik mungkin. Apabila terjadi suplai gas off spec / out spec, maka PGN bisa closed sales,” ungkapnya. (Ams)