SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
 Bojonegoro – Jelang rampungnya pengerjaan proyek EPC (Engineering Procurement, and Construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi)-1 dan 5 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Surplus atau pengurangan tenaga kerja (Naker) Banyuurip yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, JawaTimur akan kembali dilakukan. Tak hanya para pekerja proyek, para personel Security juga menjadi sasaran pengurangan.
“Per tanggal 1 April 2016 besok 28 personel Security mulai berhenti,” kata Chief Security, PT. Nawakara‎ Perkasa Nusantara SS-911, Haryono, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (31/3/2016).
Dia‎ mengungkapkan, dibanding tenaga Security dari luar daerah, pengurangan lebih banyak didominasi dari warga lokal  desa terdekat proyek Lapangan Banyuurip. Hanya berapa prosentasenya dia mengaku tidak ingat. Sedangkan, untuk masa kerjanya, sistem yang digunakan kontrak per bulan.
“Berapa masa kerjanya saya tidak tahu pasti, perpanjangan kontrak satu bulan sekali,”ujarnya.
Saat ini jumlah tenaga security dari PT. Nakawara masih tersisa 74 security. Dia mengungkapkan, pengurangan sekurity dari PT. Nakawara lantaran proyek EPC-5, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu‎ hampir selesai. Dia pun tak memungkiri jika dengan pengurangan tenaga security tersebut berpotensi menambah pengangguran.
“Namanya proyek ya seperti ini. Jadi hal yang wajar,”tuturnya.
Dia menambahkan, security PT. Nakawara tak hanya dipekerjakan di proyek EPC-5 saja, sebagian juga di EPC-1 dan main kontraktor di EMCL. Lebih lanjut, dia memperkirakan pengurangan tenaga security besar – besaran akan dilakukan pada akhir bulan April.
“Tapi juga tergantung nanti kondisinya seperti apa,”ucapnya.(Roz).