Potensi kerajinan sekitar operasi tak pernah ditinggalkan dalam kinerja Pertamina EP Asset 4. Klaster batik khas Blora pun dibantu agar makin tumbuh berkembang.
SELAIN potensi minyak dan gas bumi (Migas) Kabupaten Blora, Jawa Tengah ternyata memiliki potensi kerajinan batik. Potensi ini ternyata tak dilupakan oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu pemegang Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) di sana.Â
Klaster Batik Pratiwi Krajan di Kelurahan Ngelo, Kecamatan Cepu, Blora yang telah mati suri dibangkitkan kembali. Terpuruknya kerajinan ini telah terjadi sejak 2012 lalu. Kini batik tersebut kembali mewarnai khasanah perbatikan tanah air, sejak disentuh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tahun 2013.
Perkembangan riilnya sejak enam bulan lalu mulai melibatkan 16 ibu rumah tangga sekitar. Omset batik Pratiwi Krajan yang berlokasi di RT 05 RW 01 itu mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah karena bantuan dari Pertamina kami bisa berkembang lagi seperti ini,†kata Pacasunu Puspitosari, empunya Klaster Batik Pratiwi Krajan.
Bantuan yang diberikan Pertamina, tambah Nunuk, demikian dia akrab disapa, tidak sekadar pelatihan membatik secara profesional. Lebih dari itu piranti membatik, hingga pelatihan manajemen, dan tentunya strategi marketing juga diterimanya. Dukungan tersebut menjadikan perkembangan usahanya signifikan.
Tak hanya itu, sesuai hasil survei yang dilakukan oleh Pertamina, Batik Pratiwi Krajan dianggap sebagai klaster batik yang potensial untuk dikembangkan. Selanjutnya gelontoran berbagai macam bantuan untuk mengembangkannya juga dilakukan perusahaan Migas tersebut.
“Belum lama ini Pertamina juga memberikan bantuan kemasan untuk batik kami,†ujar perempuan ramah ini seraya tersenyum.
Ternyata bantuan yang diberikan tidak sia-sia. Hal itu terbukti batik Partiwi Krajan menunjukkan hasil yang memuaskan. Banyak tamu dari luar kota, baik yang berkunjung ke Pertamina maupun tamu hotel, mencari klaster batik tersebut. Rupanya batik produk komunitas ibu-ibu rumah tangga ini  selalu menjadi rekomendasi, dan menjadi jujugan para tamu.
“Katanya di sini batiknya bagus,†tambah ibu dua putra ini.
Support dari Pertamina EP tersebut, diakui oleh Nunuk sangat membantu usahanya, dan bisa dirasakan oleh seluruh pekerjanya. Dari sisi pendapatan, omset klaster batik yang dikelolanya mengalami peningkatan hingga 100 persen.
Pekerja yang sebelumnya hanya lima orang, saat ini menjadi 16 orang yang didominasi ibu rumah tangga dari warga sekitar. Setiap tanggal 2 setiap bulan pekerja yang mayoritas ibu rumah tangga tersebut selalu mendapatkan gaji.
“Alhamdulillah produksi lancar. Kalau dulu harus menunggu pesanan jadi, baru mereka mendapatkan upah,†ujar Nunuk.
Tak hanya itu, setiap kali Pertamina EP Asset 4 Field Cepu membutuhkan batik untuk sovenir, selalu mengambil dari klaster batik milik produk warga Ngelo, Cepu itu. Oleh karena itu Nunuk dan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam unit usahanya, harus selalu ready stock batik untuk kebutuhan Pertamina. Khususnya motif yang jadi ciri khas dari Pertamina, Â dan motif sumur angguk.
Lebih dari 150 motif batik yang telah diproduksi oleh Nunuk dan mitranya. Baik itu batik cap (printing), maupun batik tulis. Kebanyakan pesanan didominasi batik cap, karena harganya relatif terjangkau.
“Kalau batik tulis harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan batik cap,†jelasnya panjang lebar.
Perkembangan usaha yang demikian pesat disadari oleh Nunuk. Apalagi limba produksi dari batik juga tak bisa dibiarkan, agar tak sampai menimbulkan protes dari lingkungan. Untuk itu dirinya mengajukan bantuan bak pengolah limbah.
“Tahun ini akan terealisasi pengelolaan limbah, karena produksi kami telah meningkat,†jelasnya.
Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sudah memprediksi hal tersebut. Sebagai perusahaan yang sangat peduli lingkungan, pengelolaan limbah tetap menjadi perhatian serius. Ini sebagai bukti bahwa Pertamina memberi program CSR kepada warga sekitar secara berkelanjutan.
Sebagai perusahaan yang cinta lingkungan, menurut Legal and Relation Staff Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani, pihaknya berharap taraf perekonomian masyarakat sekitar mengalami peningkatan. Usaha kerajinan batik yang ada di Blora menjadi perhatian serius dalam program CSR.
“Harapan dari kami kerjasama ini bisa terus berlanjut, dan dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar,†kata Aulia Arbiani. (ahmad sampurno)