BBM Turun, Harga Kebutuhan Pokok Tetap Tinggi

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Jatwa Timur, mengungkapkan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) sekarang ini belum diimbangi dengan penurunan harga pokok maupun kebutuhan lainnya. Sehingga belum ada dampak signifikan terhadap kebutuhan pokok, dan cenderung tetap tinggi.

Selain itu, juga belum berpengaruh terhadap tarif angkutan kota (Angkot). Para sopir masih tetap memberlakukan tarif terhadap penumpang seperti biasanya dan belum ada instruksi penurunan.

“Belum ada penurunan, biasanya kalau turun tidak ada efek yang berarti, tapi kalau naik atau baru mau naik itu harga-harga sudah mendahului naik,” ujar Kepala Disperindag, Basuki, kepada Suarabanyuurip.com.

Menurutnya, harga BBM, berdasar statement Menteri ESDM di istana kepresidenan 30 Maret 2016 berlaku efektif mulai tanggal 1 April pukul 01.00 WIB. Harga BBM jenis premium, Rp6.950 turun menjadi Rp6.450, sedangkan harga solar sebelumnya Rp5.650 menjadi Rp5.150.

“Penurunan harga BBM itu wajib diikuti oleh seluruh SPBU,” tegasnya.

Salah seorang Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Nurin Yulianto, mengaku, penurunan harga BBM belum ada pengaruhnya terhadap harga kebutuhan pokok.

Baca Juga :   Reparasi Sumur TBR-B Butuh Waktu 20 Hari

Misalnya, harga kebutuhan pokok di Pasar Kecamatan Dander. Harga tomat perkilogram Rp20 ribu, bawang merah Rp40 ribu perkilogram dan bawang putih Rp8.500 seperempat kilo.

“Meski BBM diturunkan, harga kebutuhan pokok kok masih tetap mahal semuanya. Semoga saja segera berimbang,” ujarnya.

Sedangkan, salah seorang sopir angkot jurusan Dander – Bojonegoro, Doyok, mengaku belum ada rencana maupun instruksi untuk menurunkan harga tarif.

“Biasanya saat harga bahan bakar turun, maka tarif angkot akan mengikuti,” ujarnya.

Tarif yang dikenakan jurusan Dander – Bojonegoro, menurutnya, penumpang dewasa senilai Rp5.000, dan anak sekolah Rp2.000. Biasanya dalam sehari dia mengaku bisa sampai tiga kali trayek.

“Saat ini belum ada instruksi menurunkan tarif,” ungkapnya saat ngetem di depan SMP Negeri 3 Bojonegoro. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *