SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Turunnya harga Premium dan Solar pada hari Jumat (1/4/2016), tidak berdampak pada penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Dari pantauan di sejumlah SPBU di jalur Nasional Babat-Lamongan maupun antarkecamatan pagi hingga sore hari tidak ada antrian panjang kendaraan mengisi BBM. Suasana terlihat normal seperti hari-hari sebelumnya.
“Penjualan solar dan premium normal, Mas. Tidak ada dampak turunnya harga BBM,” kata salah satu operator SPBU, Ali.
Peningkatan pembelian jirigen dari penjual Premium dan Solar juga tidak terlalu signifikan. “Dibanding kemarin pembelian jirigen memang meningkat namun tidak terlalu signifikan hanya sekitar 10 persen,” kata manager SPBU Siman, Yahya.
Normalnya pembelian BBM di SPBU di hari pertama turunnya harga, Â diperkirakan karena kecilnya penurunan harga yang hanya Rp500 per liter. Harga Premium yang sebelumnya Rp7.050 turun menjadi Rp6.550 per liter. Solar yang sebelumnya Rp5.650 perliter turun menjadi Rp5.150.
Karena normalnya kondisi SPBU tidak ada petugas kepolisian yang berjaga. Aparat dari Polsek setempat hanya datang mengontrol sebentar untuk memastikan kondisi aman terkendali.
“Sejak semalam tidak ada petugas yang berjaga karena kondisi normal. Hanya pagi tadi petugas Polsek Babat datang memantau,” cetus operator SPBU Babat, Minto.(tok)