SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban -Â Dari total 216 sekolah tingkat SMP/SMA/SMK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, baru 14 sekolah unggulan berhasil melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2016. Sebab, menjadi pelaksana UNBK pihak sekolah, harus menyiapkan biaya besar untuk menyediakan perangkat komputer bagi peserta UN.
“Melaksanakan UNBK tidak gampang,” kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai kunjungan UN di SMK 3 Tuban, Senin (4/4/2016).
Kunjungan di hari perdana UN bertujuan mengecek kesiapan UN, baik panitia pelaksana maupun sarana UN. SMK 3 Tuban yang berdekatan dengan lapangan gas Sumber Merakurak, menjadi target pertama kunjungan.
Kemudian dilanjutkan ke pelaksana UNBK lainnya SMA 1 Tuban, dan terakhir di MAN Tuban sebagai pelaksana UN secara konvensional.
Tercatat, sekolah yang melaksanakan UNBK di Tuban, meliputi SMAN 1 Tuban, delapan SMK Negeri dan Swasta di Tuban serta SMP N 1 dan 2 Tuban.
“Sekolah lainnya masih persiapan menggelar UNBK,” tambahnya.
Dia menilai, pelaksanaan UNBK di Tuban masih minim, dimana pelaksanaannya masih dalam tahap pematangan, serta tidak dapat dipaksakan di seluruh sekolah.
“Target UNBK seluruh pelajar dapat belajar jujur,” harapnya.
Sementara, Kabid SMP/SMA/SMK Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban, Nur Khamid, membenarkan Pemda terus mendukung seluruh sekolah tingkat menengah maupun atas segera menerapkan UNBK.
Sedangkan untuk mendukung kelancaran UNBK, pihaknya telah melayangkan surat kerjasama terhadap provider jaringan dan PLN setempat.
“Disdikpora optimis UNBK hasilnya memuaskan, sebab telah diterapkan dalam try out sebelumnya,” pungkasnya. (Aim)