SuaraBanyuurip.com – Totok MartonoÂ
Lamongan – Dibandingkan tahun lalu, di tahun 2016 tergolong meningkat drastis jumlah lembaga pendidikan di Lamongan, Jawa Timur yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di tahun lalu, hanya empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangkan tahun ini sebanyak 27 SMP dan SMA yang melaksanakan UNBK.
Sebanyak 11 sekolah hampir separuhnya adalah sekolah swasta. Data tersebut disebutkan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Bambang Kustiono saat mendampingi Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Kartika Hidayati dan Kapolres AKPB Trisno Rahmadi serta Dandim 0812 Letkol Inf Jemz Andre Ratu Edo saat memantau pelaksanaan UN, Senin (4/4/2016).
Semakin banyaknya sekolah di Lamongan yang melaksanakan UNBK tahun ini mendapat apresiasi positif dari Bupati Fadeli. Menurut dia, semakin banyak sekolah yang menerapkan UNBK, berarti semakin banyak pula sekolah yang berupaya meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran.
Dia berharap pada pelaksanaan UN tahun depan, 50 persen dari keseluruhan sekolah di Lamongan sudah menerapkan UNBK.
“Dari hasil survei, 90 persen siswa lebih nyaman mengerjakan soal dengan sistem UNBK. Karena itu saya sangat mendukung jika tahun depan setidaknya 50 persen sekolah di Lamongan sudah melaksanakan UNBK, “ katanya usai meninjau UN di MAN Lamongan.
Selain di MAN Lamongan, Fadeli bersama rombongan juga meninjau pelaksanaan UN di SMAN 2 dan SMAN 1 Lamongan, serta di SMKN 2 Lamongan.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Bambang Kustiono, merincikan bahwa sekolah pelaksana UNBK di Lamongan terdiri dari 3 SMPN, yakni SMPN 1, SMPN 2 Lamongan dan MTsN Model Babat.
Sisanya, sebanyak 24 lembaga pendidikan menengah atas. Diantaranya adalah MA Al-Khoiriyah Mantup, SMK NU 2 Kedungpring, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, SMK PGRI Lamongan dan SMK Muhammadiyah 5 Babat.
Dalam UNBK tersebut menggunakan 2.581 unit komputer dengan jumlah server sebanyak 85 unit dan pesertanya mencapai 7.191 siswa. Peserta UNBK terbanyak adalah di MTsN Model Babat sebanyak 569 peserta. Sedangkan yang paling sedikit di MA Al-Khoiriyah Mantup sebanyak 46 siswa.(tok)