SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Rencana pemerintah menjadikan penambangan minyak tradisional sumur tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus dimatangkan. Sumur peninggalan kolonial belanda itu akan disulap menjadi desa wisata edukasi berbasis migas. Â
Untuk mewujudkan impian tersebut, Field Manager Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Agus Amperianto melakukan pertemuan dengan Bupati Bojonegoro, Suyoto di ruang kerja bupati, Selasa (5/6/2016) kemarin. Pertamina EP merupakan pemilik wilayah kerja pertambangan (WKP) sumur tua di Desa Wonocolo,
Dalam pertemuan itu dibahas tentang perkembangan perencanaan Desa Wonocolo yang akan dijadikan “Little Texas†di indonesia.
“Ini harus segera direalisasikan. Karena Bojonegoro akan menjadi daerah pertama di Indonesia bahkan dimana tambang minyaksumur tua dikelola sebagai destinasi wisata edukasi,†kata Agus seperti dikutip dari website resmi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Saat ini, Pertamina EP Asset IV Field Cepu tengah merancang kawasan tersebut. Mulai dari pemetaan lokasi yang akan digunakan, akses jalan, dan fasilitas pendukung lainnya seperti pusat informasi/museum.
Menanggapi hal itu, Bupati Bojonegoro, Suyoto mengapresiasi rencana tersebut. Menurut dia, hal ini adalah sebuah proses dari transformasi culture yang tidak bisa dianggap enteng. Apalagi selama ini warga pertambangan kental dengan aktifitas pertambangan yang cenderung mengeksploitasi alam yang berlebihan.
“Kini dengan transformasi ini maka warga harus mengubah pola pikir. Yang salah satunya menjadi lebih ramah dalam melayani wisatawan. Tak hanya itu pola pandang mereka terhadap lingkungan juga akan mengalami hal serupa,†kata Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto.
Menurut Bupati, pengambilan nama “Teksas†dalam artian pandangan Bojonegoro adalah mengnadung makna “Tekadnya Selalu Aman dan Sejahteraâ€. Wacana ini, lanjut Kang Yoto, telah disambut baik oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.
“Pak Mentri sudah setuju. Namun beliau berpesan agar kawasan itu harus dinyatakan aman untuk warga sebelum benar-benar dijadikan sebagai destinasi wisata,†pungkas Kang Yoto.(suko)