SuaraBanyuurip.com –Â Ali Imron
Tuban – Seorang nelayan asal Desa Banjarjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diduga hilang di sekitar perairan Desa Karangdowo, Kecamatan Jenu, Tuban, sejak hari Rabu (6/4/2016) kemarin.
Hilangnya nelayan malang tersebut diketahui, saat korban belum bersandar setelah dua nelayan lainnya berlabuh.
“Korban harusnya sudah sampai di  rumah dua hari lalu,†kata Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Frans Supriyadi, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Jumat (8/4/2016).
Tetapi, hingga H+3 setelah keberangkatannya, korban belum juga diketahui keberadaannya baik di darat maupun di laut.
Mengetahui insiden itu, keluarganya langsung meminta nelayan untuk menyisir laut setempat. Lantaran kondisi cuaca kurang bersahabat, akhirnya pencarian hanya sampai utara Kecamatan Tuban.
“Pencarian hari ini masih nihil,†imbuhnya.
Pencarian akan dilanjutkan besok bersama nelayan Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, dan Basarnas Surabaya. Semoga pencarian gabungan tersebut, cepat menemukan korban baik kondisi selamat atau sebaliknya.
“Semoga keberadaan korban cepat diketahui,†tambahnya.
Diketahui, awalnya tiga nelayan setempat berangkat melaut bersama sekira pukul 15:00 WIB, menggunakan perahu ukuran 10 Gross Ton (Gt). Tetapi, setelah ketiganya selesai menjaring ikan, dua teman korban bertemu dengan keluarganya yang hendak mendarat.
Melihat hal tersebut akhirnya dua teman korban, langsung bergabung dengan kapal keluarganya itu. Sehingga satu pilihan terakhir korban, harus pulang sendirian membawa hasil tangkapannya ke tepi.
“Sesuai estimasi waktu korban harus sudah sampai dirumah pukul 18:00 WIB,†pungkasnya. (Aim)