SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Menjelang rampungnya proyek EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi) 1 dan 5, Banyuurip, Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tak hanya para pekerja dan security saja yang mulai berkurang.
Penyedia jasa kontrakan di rumah warga sekitar juga mulai berkurang. Seperti yang terjadi di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam misalnya. Sehingga membuat kondisi yang semula ramai para pekerja kos menjadi sepi.
“Sekarang sudah mulai sepi,” kata Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Bonorejo, Suparno kepada Suarabanyuurip.com.
Dia mengungkapkan, sejak dimulainya proyek EPC Lapangan Banyuurip awal tahun 2011 lalu rumah warga desa terdekat proyek, termasuk di Bonorejo banyak yang disewa untuk mess para karyawan proyek.
“Kebanyakan dari pekerja sub kon proyek EPC 1 dan EPC 5,” tuturnya.
Saat ini, lanjut dia, setidaknya dalam enam bulan para pekerja terlihat mulai berkurang. Sehingga warga yang dulu menyewakan rumah untuk jasa kos-kosan atau kontrak pekerja kini tak lagi memiliki tambahan penghasilan.
“Ada lebih 100 rumah warga yang dulu dikontrakan untuk para pekerja,” imbuhnya.
Suparno menuturkan, harga sewanya pun bermacam – macam. Namun berapa persisnya dia tidak begitu tahu. Menurutnya, harga sewa tergantung kondisi rumah dan menyesuaikan kontrak perusahaan yang ikut terlibat pengerjaan proyek.Â
“Tergantung kontraktornya. Ada yang satu tahun, ada yang beberapa bulan saja,” ucapnya. (Roz)