Tim Ekspedisi Islam Nusantara Jadwalkan Singgahi Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Tim Ekspedisi Islam Nusantara (TEIN) bentukan Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) pusat, dijadwalkan bersinggah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, selama dua hari kedepan. Dalam kurun waktu singkat tersebut, tim akan merekam dan mendokumentasikan jejak keislaman di wilayah setempat.

“Hasil ekspedisi ini akan kami buat film dokumenter,” kata Wasekjen 4 PBNU Pusat, Imam Pituduh, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Pendapa Kridha Manunggal Tuban, Sabtu (9/4/2016).

Dia menilai, tahun ini sudah waktunya membuat catatan sejarah baru keislaman. Sebab, referensi yang ada masih diragukan keabsahannya. Sehingga PBNU membentuk tim ekspedisi mulai Sabang sampai Merauke.

“Sebut saja sejarah kerajaan Majapahit dan Demak,” imbuhnya.

Catatan yang berkembang kedua kerajaan ini saling bersitegang, soal perebutan wilayah dan keimanan. Padahal sebaliknya keduanya memiliki ikatan emosional yang kuat, saling bahu membahu, melawan penjajah kolonial Belanda.

Hasil kajian PBNU bersama beberapa pihak, menemukan catatan ganjil soal sejarah. Ada dugaan dimasa kelam dulu Belanda sengaja memutarbalikan fakta, demi rencananya mengusai Nusantara.

Baca Juga :   Kodim 0813 Bojonegoro Terima Bantuan Alsintan

“Banyak temuan yang bertolak dari catatan yang ada,” tambahnya.

Temuan lain soal cerita Jaka Tarub yang tersohor, lantaran mencuri selendang bidadari saat mandi. Catatan tersebut keliru, sebab tidak mungkin seorang dai atau ulama tersohor, melakukan hal semcam itu.

“Sejarah harus kita rubah mulai dari Tanah Jawa demi anak cucu Nusantara,” harapnya.

Sementara, Bupati Tuban, Fathul Huda, mengapresiasi langkah PBNU melalui tim ekspedisi ini berkunjung di Tuban. Alasannya, Tuban yang memilik city braded Bumi Wali, bukan sekedar slogan. Melainkan bukti Pemerintah Daerah (Pemda) mengenang rekam jejak ulama lokal.

“Banyak peninggalan islam serupa Kalpataru di masa Sunan Bonang,” sambugnya.

Tercatat, di Kabupaten Tuban banyak rekam jejak ulama serupa Makam Sunan Bonang, Syeh Asmara Qondi, Museum Kambang Putih, Pantai Boom, dan makam ulama di setiap kecamatan.

Diketahui, tim ekspedisi ini sudah melangkah selama 10 hari, setelah kunjungannya di Tuban tim akan bertolak ke Lamongan, Gresik, Kediri, Tulunggagung, Yogyakarta, dan melanjutkan perjalanan ke luar Jawa. (Aim)

Baca Juga :   Lewat Medsos, Pimpinan DPRD Bojonegoro Umumkan Positif Covid-19

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *