SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Santernya kabar dari berbagai media soal tingginya angka kematian warga Desa Karanglo, Kecamatan kerek, kabupaten Tuban, Jawa Timur, menarik perhatian berbagai elemen. Tak terkecuali tim dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Pada hari ini Selasa (12/4/2016) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Desa yang dekat dengan aktivitas pertambangan karst tersebut.
Sidak kali ini dilakukan 7 orang dari Komnas HAM, dengan ditemani dua modin desa, dan satu petugas puskesmas Kerek.
“Tujuan Sidak untuk memverifikasi jumlah kematian warga,” kata perwakilan tim Komnas HAM, Mimin Dwi Hartono, kepada Suarabanyuurip.com, setelah berkoordinasi dengan dua modin desa di Balai Desa Karanglo, Selasa (12/4/2016).
Dia menjelaskan, kematian warga hingga mencapai puluhan orang tersebut bukan hal wajar. Mengingat 500 meter dari pemukiman warga ada praktik pertambangan kapur.
“Apakah keberadaan tambang berdampak atau tidak belum diketahui,” imbuhnya.
Sampai hari Kamis (14/4) mendatang, tim bakal menyisir pemukiman warga Karanglo, maupun desa sekitarnya. Beberapa hal yang dilakukan tim diantaranya, menemui keluarga korban, dan menanyakan penyebab kematian anggota keluarganya sedetail mungkin.
“Hasilnya nanti kita paparkan di depan Polres, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban,” tambahnya.
Apakah ada respon dari pemda atau sebaliknya, itu urusan lain. Terpenting soal kematian warga Karanglo, tidak disebabkan praktik pertambangan yang berdampak jangka panjang.
“Tetapi kalau berkaitan tambang akan ada rekomendasi soal itu,” ungkapnya.
Sementara, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jatim, Oni Mahardika, membenarkan tujuan tim Komnas HAM ke Desa Karanglo untuk memverifikasi penyebab kematian warga hingga puluhan orang.
“Nantinya tim dibagi menjadi dua,” sambugnya.
Tim satu bertemu dengan keluarga korban satu persatu, untuk menanyakan penyebab kematian anggota kelurganya. Sedangkan tim lainnya, menelusuri kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan di beberapa desa.
“Target fokus di Karanglo, tapi desa lainnya tetap di data,” tandansya.
Diketahui, beberapa waktu lalu, Kades Karanglo, Sunandar, menyebut dalam waktu 45 hari ada 61 warganya meninggal. Data tersebut disangkal oleh Dinas Kesehatan (Diskes) setempat, pasca diverifikasi hanya 28. Selang beberapa hari ada satu warga meninggal, jadi jumlah total hingga saat ini 29 orang meninggal karena berbagai penyakit.
Penyangkalan itu dilakukan karena informasi yang diberikan Kades Karanglo dianggap salah tidak sesuai dengan realita yang ada. Sedangkan, Kades Karanglo juga telah mengakui bahwa informasi yang diberikan kepada wartawan tersebut adalah salah. (Aim)