SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Razaqy
Bojonegoro – Anggota Komisi VII DPR RI, SW Yudha meninjau program Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) budi daya kroto di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (16/4/2016).
Kedatangan SW Yudha didampingi Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, dan Kepala Desa Katur, Sukono.
SW Yudha mengungkapkan, kunjungannya ke Desa Katur ingin mengetahui langsung pelaksanaan program sosial kemasyarakatan atau biasa disebut Corporate Social Responbility (CSR) yang dilakukan oleh ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), operator Banyuurip, Blok Cepu di desa sekitar Lapangan Banyuurip yang bersentra di Kecamatan Gayam.
“Saya sering tanyakan kepada EMCL tentang pelaksanaan program kemasyarakatannya seperti apa. Dan hari ini EMCL menepati janjinya untuk mengajak melihat langsung,” kata dia.
Menurutnya, program CSR yang digulirkan EMCL harus dapat menjadi Circular Flow Economi atau perputaran uang kepada masyarakat terdampak di wilayah operasi EMCL. Baik di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur.
“Program kemasyarakatan harus berkelanjutan dan mampu menciptakan perputaran ekonomi masyarakat terdampak. Jangan asal jalan kemudian sudah selesai,” ucapnya.
Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, mengungkapkan, dalam melaksanakanm programnya EMCL terus melakukan koordinasi dengan mitra pendamping untuk berdiskusi serta mengevaluasi.
“Evaluasi terus kami lakukan, karena harapan kami ingin program ini dapat berkelanjutan,” imbuh Erwin.
Program PIB merupakan binaan dari LSM Bina Swadaya yang bergerak ke pemeberdayaan ekomomi. (Roz)