Eks PNPM Harus Mengikuti Seleksi Terbuka

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Kementerian Desa (Kemendes) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Madjid, menegaskan, semua eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, untuk menjadi pendamping desa harus mengikuti seleksi secara terbuka . Sebab, sesuai regulasi setiap orang harus lolos dalam tes tulis dan wawancara.

“Kalau eks PNPM cerdas otomatis akan mengikuti seleksi terbuka,” kata Taufik Majid, ketika ditemui Suarabanyuurip.com, usai membuka Konferensi Cabang (Konferrcab) XVIII GP Anshor di Pendapa Kridha Manunggal Tuban, Sabtu (16/4/2016).

Dia menilai aksi demonstran beberapa waktu lalu di istana Negara tersebut, banyak kepentingan. Logikanya status eks PNPM Mandiri hanya dipinjam jasanya, setelah program selesai otomatis tanggungjawabnya hilang.

Tetapi kabar santer di media, eks PNPM minta langsung dikontrak menjadi pendamping desa tanpa melalui seleksi. Sikap ini jelas tidak benar sesuai regulasi. Apabila hal ini terjadi pastinya ada kecemburuan sosial bagi pendamping desa yang murni mendaftar.

“Intinya seleksi terbuka menjadi keputusan final,” jelasnya.

Baca Juga :   Kendaraan Dinas Ditarik, Wakil Rakyat Kantongi Rp8,5 juta

Padahal kalau eks PNPM sudah berpengalaman hanya mengirim berkas lamaran pendamping desa. Setelah itu mengikuti tes tulis, dan wawancara, kemudian menunggu hasilnya.

“Kalau pengalaman jelas lolos,” ungkapnya.

Sesuai kajian Kemendes, setiap desa membutuhkan 1 pendamping desa. Sehingga secara Nasional akan ada 900 ribu lebih pendamping desa yang mengawal penggunaan Dana Desa (DD) dari APBN, dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD.

Sebelumnya, Koordinator Aksi Devisi Media Badan Nasional Pendamping Desa (BNPB), Aji Dahlan, menilai kebijakan yang dikeluarkan Kemendes diskriminatif dan terkesan kolutif.

Sebab, sesuai surat yang dikeluarkan Kemendes tangal 31 Maret 2016 lalu, menyebut pendamping eks PNPM dikontrak sampai bulan Mei 2016. Sedangkan pendamping desa hasil rekrutmen kontraknya sampai bulan Desember 2016.

“Jelas kontrak tersebut diskrimainatif,” tudingnya.

Dalam aksi Nasional tanggal 12 April 2016 lalu, ada 30 anggota eks PNPM berangkat ke Jakarta. Dari Jawa Timur mengirim 627 orang, sedangkan target Nasional ada 5.000 demonstran. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Suhu Pilkades di Lamongan Menghangat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *