SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro – Harga gas dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru (J-TB) ‎disebut masih belum ada kesepakatan. Pertamina EP Cepu (PEPC) tetap mematok harga USD 8 per Milion British Thermal Unit (MMBTU) dengan eskalasi 2 persen kepada Pupuk Kujang. Dengan kenyataan ini harga gas J-TB masih belum terbilang pasti.
“Masih tetap 8 dolar per‎ MMBTU,” kata Public Government Affairs and Relations Manager PEPC, Abdul Malik saat dihubungi Suarabanyuurip.com beberapa hari lalu.
Hanya saja, menurut dia, tidak menutup kemungkinan harga tersebut telah mengalami perubahan dari para pemangku kebijakan dan level manajemen.
“Tapi mungkin yang lebih tahu manajemen,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI, SW Yudha, mengungkapkan, sepengetahuannya harga gas dari J-TB masih dikisaran USD 8 Per MMBTU. “Masih segitu, belum tahu kalau mungkin ada perubahan,” ucapnya.
Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro, menyatakan, harga gas dari Lapangan J-TB telah menemukan titik temu. Namun berapa pastinya, dia belum bisa menyebutkan. Elan menjelaskan, kepastian harga akan diumumkan bersamaan acara ground breaking atau peletakan batu pertama yang rencananya akan digelar tanggal 27 April 2016. Dalam acara itu rencananya juga akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. Hanya, kegiatan tersebut sampai saat ini belum bisa dipastikan. (Roz)