SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Lambannya penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Jawa Timur menyebabkan tanggul Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran yang terjadi tiga hari lalu hingga saat ini belum bisa ditangani.
Akibatnya membuat tanggul yang jebol tersebut semakin bertambah melebar. Termasuk banjir yang menggenangi sawah warga sekitar juga bertambah meluas.
“Tanggul yang jebol di tanami bongkotan bambu dan atasnya dilapisi terpal baru kemudian ditumpuki dengan glangsing berisi tanah,” kata Kades Porodeso Achmad Ghozali.
Sayangnya upaya ini tidak membawa hasil. Arus air yang cukup deras terus mengalir menenggelamkan puluhan hektar sawah warga. Gagalnya upaya menahan luapan air itu menjadikan tanggul yang jebol semakin meluas.
“Sebelumnya tanggul yang jebol hanya selebar 4 meter, tapi sekarang ini menjadi 7 meter. Sedangkan luas lahan sawah yang tenggelam sekira 75 hektar,” katanya.
Bantuan dari BPBD Lamongan baru turun siang tadi. Bantuan logistik berupa 22 gedhek bambu, dan 35 bongkotan bambu. Itu pun tidak diantarkan ke lokasi jebolnya tanggul tetapi pihak desa mengambil sendiri di Kantor BPBD Lamongan.
“Kerugian banjir mencapai puluhan juta karena tanaman yang tenggelam sudah berusia satu bulanan. Kami sangat mengharapkan kepedulian Pemkab untuk membantu pengadaan bibit paska banjir nanti,” cetus Ghozali.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan Suprapto dikonfirmasi tentang lambatnya penangan banjir di Desa Porodeso hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban.
Diberitakan sebelumnya, jebolnya tanggul yang menjadi penahan aliran Sungai dari Rawa Sekaran itu terjadi pada hari Minggu (17/4/2016) sore lalu. (tok)