SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kepolisian Resort (Polres) Tuban, Jawa Timur, menduga korban perampokan bermodus pembiusan yang menimpa pedagang baju dan tas, Ainur Rohmah (33), asal Desa Lajukidul, Kecamatan Singgahan, Tuban, hari Senin (18/4/2016) kemarin menderita gangguan syaraf.
Hal itu sesuai pengakuan keluarganya, bahwa korban mengalami ganguan syaraf, sejak Bulan Desember 2015 lalu. Korban sudah kerap dirujuk ke RSUD Bojonegoro untuk berobat.
“Ada dugaan korban menderita syaraf, tetapi kita masih mendalami kasus ini,” kata Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Noersento, kepada Suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui teleponnya, Selasa (19/4/2016).
Meskipun pihak keluarganya sudah memberikan informasi, tetapi sampai kini pihak RSUD Muhammadiyah Tuban, belum memberikan penjelasan detail hasil pemeriksaannya. Apakah korban benar menderita ganguan syaraf, atau mengalami amnesia.
“Sehingga petugas kepolisian belum berani menarik kesimpulan,” imbuh AKP Noer yang sebelumnya menjabat Kapolsek Tambakboyo, Tuban ini.
Sesuai pengakuan korban ketika di dalam kendaraan angkutan umum, menuju Tuban dirinya terbius asap rokok. Kemudian tak sadarkan diri hingga ditemukan nelayan, di laut utara Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban.
Informasi yang diterima kepolisian dari keluarganya, korban asli warga Singgahan, sedangkan suaminya bernama Ahmad Matin, asli Desa Tamarayon, Serang, Banten. Keseharian korban berprofesi sebagai pengajar di salah satu sekolah di Banten.
Lantaran mengidap sakit, akhirnya sejak empat bulan lalu, korban sering datang ke Tuban menemui sanak familinya bersama putranya Wafirul Husna (berusia 8 bulan) untuk berobat.
Saat ini petugas masih kesulitan mengaitkan aksi pembiusan di angkutan umum, hingga korban berada di laut. Belum ada bukti yang dapat dijadikan petunjuk.
“Penyebab keberadaan korban di laut juga belum ada petunjuk,” tambahnya.
Diketahui, korban bersama anaknya di temukan nelayan Karangagung, Kecamatan Palang, di utara laut Kelurahan Karangsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, sekitar pukul 09:00 WIB.
Nasib kurang beruntung menimpa putranya yang meninggal, dan korban dengan kondsi fisik lemah langsung dibawa ke RSUD Muhammadiyah untuk memperoleh perwatan yang intensif. (Aim)