SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Tengah jalan perempatan Pasar Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur diketahui dipasangi sejumlah tempat sampah berisikan kardus bekas dan sampah lainnya.
Sejumlah warga yang berada dilokasi mengaku tidak tahu pasti siapa yang memasang kardus berkas tersebut. Hanya, warga menilai aksi pemasangan kardus di jalur menuju Kantor Kecamatan Gayam maupun ke lokasi Banyuurip itu dimungkinkan sebagai bentuk protes warga atas moving dari proyek pembongkaran Gas Oil Separations Plant/Early Production Facility (GOSP/EPF), Banyuurip, Blok Cepu yang diduga mengakibatkan polusi debu.Â
“Tidak tahu siapa yang masang. Tapi beberapa warga disini mengeluhkan debu,” ujar Santoso, salah satu warga sekitar kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/4/2016).
Dihubungi terpisah, Pengawas Project PT. Sarana Indo Persada (SIP), Widhi Harsono, mengaku tidak menahu tentang keberadaan kardus yang berada ditengah jalan tersebut.
Lebih jauh dia juga belum memastikan apakah aktivitas moving yang dilakukan PT. SIP mengganggu sekitarnya atau tidak.
“Kardus apa ya? coba akan kita cek dulu,” ucapnya.
Pantauan dilapangan akibat adanya kardus tersebut sejumlah pengendara termasuk kendaraan moving milik SIP kesulitan melintas. Tampak sekitar 4 buah tempat sampah berisi kardus berjajar di tengah jalan.
Namun setelah reporter Suarabanyuurip.com melakukan konfirmasi ke pihak PT SIP tempat sampah tersebut langsung tersingkirkan.(Roz) Â