Antisipasi Polusi Debu, Sarankan Jalur J-TB Disirami

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

 Bojonegoro – Warga sekitar Lapangan Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) beraharap Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) maupun rekanannya memikirkan dampak sosial menyusul dimulainya proyek tersebut. Salahsatunya polusi udara yang dapat menganggu tanaman di sepanjang jalur menuju tapak sumur. 

“Perlu segera menyiapkan program penyiraman terutama saat musim kemarau,” kata Sampurno, warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, kepada suarabanyuurip.com, Senin (25/4/2016).

Menurut dia, penyiraman ini diperlukan karena banyak kendaraan proyek yang hilir mudik di wilayah setempat yang bisa memunculkan polusi debu.

“Apalagi jalannya sampai sekarang masih makadam, sehingga debunya mudah terbawa angin,” ucapnya.

Senada disampaikan Parmidi, petani sekitar proyek JTB. Dia menyarankan agar operator maupun kontraknya menyiapkan program penyiraman jalan mulai Dusun Gledekan, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam – tapak sumur Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

“Biar tidak merugikan petani,” sambungnya.

Diketahui proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) Early Civil Work proyek J-TB telah dimulai. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP).(sam)

Baca Juga :   Proyek Blok Cepu Capai 96 Persen Lebih

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *