SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Sedikitnya 35 jurnalis dari berbagai media massa nasional dan lokal dinyatakan lulus dalam Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro selama dua hari, 23 – 24 April 2016. Ujian ini dilaksanakan ‎di hotel Griya Dharma Kusuma (GDK), Kota Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satu perwakilan dari tim penguji, Hasudungan Sirait, mengungkapkan, jurnalis merupakan sebuah profesi yang mulia seperti profesi lainnya. Sehingga juga dibutuhkan lisensi agar dalam kinerjanya dapat profesional serta berpedoman kepada kode etik.
Khususnya kepada jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi AJI. Menurut dia, dari sekira 1800 anggota AJI se Indonesia baru sekira ‎700 yang bersertifikasi.
“Karena itu sesuai amanat Dewan Pers, AJI senantiasa mendorong kepada AJI Kota agar anggotanya mengikuti uji kompetensi,” paparnya.
Adapun uji kompetensi jurnalis dibagi dalam tiga jenjang. Muda, Madya, dan Utama. Untuk mendapatkan lisensi dan lulus dalam uji kompetensi dari AJI tidaklah mudah. Peserta harus diuji kemampuan terlebih dulu dengan materi yang meliputi pengetahuan umum seperti tentang profesionalisme, komunikasi massa, pers nasional, media global, hukum pers, dan kode etik. Selain itu, juga melakukan praktik jurnalistik.
Meliputi teknik wawancara, liputan, menyusun berita, menyunting berita, merancang materi dan desain, mengelola manajemen redaksi, menetapkan kebijakan redaksi, mengunakan peralatan teknologi informasi, ‎pendalaman kode etik jurnalistik meliputi pemetaan, dan penyikapan problem etik, perincian kode etik ke kode perilaku.
“Sedangkan penguji harus sudah terdaftar sebagai penguji di Dewan Pers,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Yusti Rubiantika, mengakui UKJ yang diselenggarakan AJI membuatnya sadar betapa pentingnya peran jurnalis yang profesional. Menurutnya, jurnalis harus terus mengasah belajar dan mengasah kemampuannya.
“Sebelumnya saya malas membaca. Namun setelah mengikuti UKJ ini membuat saya harus banyak membaca dan terus belajar,” tutur jurnalis dari Kompas TV ini.
Setelah dua hari dilakukan ujian, tim penguji baru mengumumkan hasilnya, Minggu (24/4/2016) malam. Selain itu, juga dirangkai pengukuhan oleh sejumlah anggota AJI Bojonegoro yang ditandai dengan pembacaan deklarasi sirnagalih sebagai syarat resmi menjadi bagian dari organisasi profesi AJI. (Roz)