SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Sudah jatuh tertimpa tangga. Ungkapan ini tampaknya cukup mewakili nasib belasan petani Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Betapa tidak, sudah hasil panenannya hancur diserang hama, mereka juga dikemplang tengkulak yang kabur membawa uang panenan.
Sesuai kebiasaan petani setempat saat panen mereka selalu menjual kepadaa tengkulak yang banyak berdatangan langsung ke sawah mereka. Saat itu belasan warga mempercayakan menjual gabah mereka pada tengkulak bernama Tomo, warga Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Karena sudah kenal pelaku, para petani melepaskan hasil panenannya dan dijanjikan akan di bayar satu minggu kemudian. Namun hingga batas waktu, pelaku tidak kunjung datang hingga hampir satu bulan.
“Ada belasan petani yang menjadi korban Tomo. Total kerugian mencapai seratus juta lebih,” kata Kepala Desa Kendal, Purwo kepada suarabanyuurip.com, Jumat (29/6/2016).
Sebagian petani sudah berusaha melacak keberadaan Tomo dengan mendatangi rumahnya.Tapi pelaku tidak pernah berada di rumah.
“Sebenarnya nasib petani cukup memprihatinkan. Hasil panenan kali ini jelek hanya tinggal 30 persen. Setelah itu uangnya dikemplang pula oleh Tomo,” kata Purwo, mengungkapkan.
Menurut Tomo, saat ini para korban masih bersikap sabar menunggu itikad baik pelaku. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya mereka akan melaporkannya ke polisi jika tidak segera membayar hasil panen.
Kapolsek Sekaran AKP. Anggono dikonfirmasi terpisah mengaku baru mendengar kasus tersebut.Dirinya belum bisa melangkah karena belum ada laporan dari korban.
“Kami masih menunggu laporan dari warga sebelum mengambil tindakan,” tegas Anggono.(tok)