SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengklaim bahwa tingkat keterlibatan masyarakat terhadap penggunaan Dana Desa (DD) cukup bagus. Karena dari dana tersebut tidak hanya digunakan untuk fisik saja, melainkan juga digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan.
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto, mengatakan, bahwa masyarakat menyambut baik dengan adanya DD. Karena dari dana tersebut selain digunakan untuk kegiatan fisik juga digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Hal itu bisa dilihat dari kegiatan yang juga banyak melibatkan masyarakat,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (30/4/2016).
Dijelaskan, masyarakat mesti tahu dana itu dari mana. Dia menyangkal jika hasil survei dari 16 kecamatan yang dilakukan oleh LSM Blora Crisis Center (BCC) menyebutkan 80 persen masyarakat belum mengetahui DD. Agung menganggap, angka 80 persen yang disebutkan LSM BCC terlalu tinggi.
“Karena selain dari pihak desa memberi tahu, di televisi maupun media cetak, dan online juga banyak yang menginformasikan. Otomatis masyarakat tahu. Apalagi selama ini, anggaran dari pemerintah terbatas. Sebelum adanya DD,” ungkapnya.
Dalam hal sosialisasi, menurut dia, juga telah dilakukannya. Mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) hingga tingkat RT dilibatkan dalam sosialisasi tersebut.
Diberitakan sebelumnya, hasil survai dari 16 kecamatan yang dilakukan oleh LSM BCC ditemukan 80% masyarakat di pedesaan tidak mengetahui jika desa mereka mendapat DD yang nilainya mencapai miliaran rupiah tersebut. (Ams)