Pekerja Pertamina Sering Telat Terima Upah

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sering terjadinya telat pembayaran yang diterima Vendor penyedia jasa maupun material dari KSO Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI). Berimbas pula kepada para buruh yang berstatus sebagai pekerja kontrak pertamina. Karena mereka juga harus ikut telat dalam menerima pembayaran upah kerjanya.

Sekretaris Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Ebenneser Prasetiadi, menuturkan, ketelatan itu lebih disebabkan bahwa pihak management belum bisa melunasi hutang kepada Vendor. Sehingga berimbas pada telatnya pembayaran upah pekerja.

“Management kurang pas, terutama dalam hal tenaga kerja,” katanya, kepada Suarabanyuurip.com.

Namun, secara umum kesejahteraan pekerja masih terjamin. Selain itu, rekrutmen tenga kerja di perusahaan migas tersebut juga masih banyak mengambil tenaga dari luar.

“Sistem kontraknya pun tidak jelas,” ujarnya.

Sementara, Katua Federasi Serikat Buruh Migas (FSBM), Agung Pudjo Susilo, menjelaskan, seharusnya perusahaan dari sektor Migas, yang notebene merupakan perusahaan Negara (BUMN) bisa menjadi contoh bagi perusahaan swasta.

Artinya, agar dalam memberikan pembayaran kepada vendor tepat waktu. Sehingga pemberian upah kepada buruh pun akan bisa tepat waktu.

Baca Juga :   Pengajuan Izin di Kemendagri Antre Penyebab Usulan Desa Penghasil Migas Belum Ditetapkan 

“Kalau tidak bisa bijak, mana mungkin bisa di contoh oleh perusahaan swasta,” kata dia. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *