SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Jawa Timur memperingati hari kebebasan pers internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Mei. Peringatan diselenggarakan dengan cara menggelar refleksi dan menonton film spotlights di Sekretariat AJI Bojonegoro jalan Setyobudi Gang Irigasi Nomor 30, Kecamatan Kota Bojonegoro, Selasa (3/5/2016) malam.
Ketua AJI Bojonegoro, Anas Abdul Ghofur, meminta, dalam momen hari pers ini agar anggota AJI tetap memposisikan pers sebagai bagian dari perjuangan. Terlebih dengan kekangan industrialiasi media yang semakin menjamur.
“Idealisme harus kita pertahankan walaupun industrialiasi media terus tumbuh subur dan sulit untuk dihindari,” ujar Anas dalam sambutannya.
Tidak hanya itu saja, kekerasan terhadap jurnalis juga kerap masih terjadi. Kekerasan karena dipicu dengan pihak – pihak yang merasa tidak nyaman dengan kinerja jurnalis.
Karena itu, dilain sisi AJI juga mendorong agar anggotanya bekerja lebih profesional. Salah satunya dengan menerapkan jurnalisme investigasi.
“Anggota AJI harus berbeda dengan jurnalis lain,” ucapnya.
Selain dihadiri para anggota AJI Bojonegoro, peringatan hari kebebasan pers internasional juga dihadiri perwakilan unsur aktivis pergerakan mahasiswa, LSM, dan perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Roz)