SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Warga sekitar proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur maupun operator J-TB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk segera memperhatikan jembatan menuju lokasi tapak sumur gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro tersebut.
Sebab Jembatan sepanjang sekira 12 x 3,5 meter yang masuk wilayah Desa Ngadiluwih dan Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu sudah dalam kondisi rusak parah. Kondisi kayu sebagai gladak jembatan dan pagar besinya sudah rapuh dan membahayakan bagi setiap pengendara yang melintasinya.
Warga Desa Ngadiluwih, Bambang, mengaku sangat prihatin yang hingga saat ini belum ada perhatihan dari pihak Pemerintah Bojonegoro maupun operator J-TB PEPC untuk membangun jembatan yang merupakan penghubung desa Ngadiluwih ke Bandungrejo yang dalam kondisi rusak parah. Bahkan, jembatan tersebut juga sebagai jalan poros untuk menghubungkan Kecamatan Ngasem ke Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
“Panjangnya kurang lebih 12 x 3,5 meter, dan kondisi pagar besi dan gladak kayunya sudah rapuh. Bahkan ada truk pengangkut pupuk melewati sempat terblegong roda belakang bagian kirinya. Karena kayu gladak jembatan putus. Beruntung tidak sampai terjatuh ke sungai,†kata Bambang, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (4/5/2016).
Dia berharap Pemkab Bojonegoro maupun PEPC perlu memperhatikan jembatan yang juga merupakan akses bagi warga sekitar maupun tenaga kerja proyek J-TB dan Banyuurip, Blok Cepu untuk segera membagunnya. Karena jika jembatan baik maka tidak hanya arus lalu – lintas saja yang lancar tetapi juga perekonomian warga sekitar bisa meningkat.
“Jembatan itu juga sebagai akses warga untuk bertani, Mas. Jadi kalau segera dibangun musti petani juga lebih mudah untuk mengangkut hasil panen maupun beraktivitas dilahan pertanian mereka masing-masing,†imbuhnya.
“Sangat perlu untuk segera dibangun. Masa Kecamatan Ngasem punya sumur gas Jambaran yang di operatori PEPC jembatannya hancur. Kalau jalannya sudah dibangun paving oleh Pemkab Bojonegoro tinggal jembatannya itu yang perlu diperhatikan,†sambung Yasir, warga Desa Dukoh Kidul. (suko)