SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Rencana pengeboran sumur eksplorasi di wilayah Kabupaten Blora Jawa Tengah, masih terus berlanjut. Meskipun sejumlah perusahaan beberapa kali gagal dan belum menunjukkan keberhasilan. Itu membuktikan, jika kegagalan menemukan cadangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) tidak lantas menyurutkan semangat mereka.
Seperti yang dialami oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting yang melakukan eksplorasi di bumi Samin tersebut. Pengeboran pertama dan kedua dilakukan di Desa Krocok Kecamatan Japah pada tahun 2010 dan di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan tahun 2011.
Sedangkan pengeboran ketiga dilaksanakan di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan tahun 2013. Namun di ketiga pengeboran tersebut tidak mendapatkan minyak. Sumur yang dibor dinyatakan dry hole dengan indikasi hidrokarbon
Kemudian pada bulan Agustus tahun 2015 lalu, PHE Randugunting melakukan pengeboran di sumur Wonopotro-1 (Won-1) Desa Plantungan, Kecamatan Blora. Lantaran mempertimbangkan aspek ekonomis, PHE Randugunting tengah merancang melakukan survei seismik 3D untuk memastikan lapisan bawah permukaan bumi mempunyai kandungan minyaknya apa tidak.
Pasalnya, jika dipaksakan melakukan pengeboran di sumur yang kedua pertimbangannya resikonya lebih besar. Data yang diperoleh, lapisan tanah yang diuji, lapisan pertama, kedua, dan ketiga menghasilkan, namun pada lapisan yang keempat 100 persen menghasilkan air.
Lapisan pertama hanya menghasilkan Gas 0,0016, lapisan ke-dua menghasilkan minyak 7,8 BOPD dan gas, lapisan ketiga menghasilkan minyak 9,4 dan gas 0,011.
PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Alas Dara Kemuning (ADK) Pada awal tahun 2015 lalu, PEPC ADK telah menyelesaiakan re-entry terhadap 4 sumur di wilayah Blora. Sumur yang telah selesai dilakukan Re-entry adalah Sumur NGBT-01, Sumur NGBU-04, Sumur ALSD-01, Sumur ALSD-04.
Dari informasi yang dihimpun, keempat sumur tersebut masih dalam kajian nilai ekonomisnya. Dan Pada tahun 2016 ini, PEPC ADK bersiap melakukan ekslporasi sumur KMD-01 di Lapangan Kemuning Desa Nglobo, Kecamatan Jiken.
Menurut Setyo Edy, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Blora, kegagalan menemukan cadangan migas yang sempat dialami sejumlah perusahaan dalam pemboran sumur eksplorasi, bukan lantas menyurutkan semangat perusahaan tersebut dalam berinvestasi di Blora.
“Kami berharap dalam pemboran sumur eksplorasi untuk menemukan cadangan migas di bumi Blora itu bisa membuahkan hasil. Tak hanya bisa meningkatkan dana bagi hasil (DBH) Migas yang diterima Blora, multiplier effect dari keberhasilan tersebut akan berdampak positif bagi sektor pembangunan lainnya,†tegas Setyo Edy. (ams)