SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, menyebabkan tanaman padi di sekitarnya layu dan mati.
“Air yang menyembur dari tekanan gas bumi mengalir dan meluber ke sawah padi sekitar 0,3 hektare,” ujar Kepala Bidang Kajian dan Laboratorium BLH Kabupaten Bojonegoro, Heri Susanto, Kamis (5/5/2016).
Selain meluber ke sawah, air bercampur lumpur dan material masuk ke Kali Asin sepanjang sekitar 4 kilometer dan bermuara ke anak Sungai Pacal.
Semburan lumpur bpanas yang ditemukan warga pada Kamis (7/4/2016) lalu tersebut, hingga kini masih terjadi. Meski begitu, semburan lumpur yang masuk di wilayah persawahan warga volumenya semakin menurun.
“Musim kemarau nanti, semburan lumpur akan berkurang dan bisa saja hilang. Yang keluar hanya gas,” imbuhnya.
Gas yang keluar itu dari kedalaman antara 3 meter sampai 5 meter. Keluarnya gas tersebut menjadi bukti adanya sumber energi yang bisa terbarukan.(rien)