SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Ratusan akademisi dari Universitas Terbuka (UT) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, serentak membersihkan pantai sekitar Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban. Aksi lingkungan tersebut sebagai ekspresi, dalam memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1437 H/2016 Masehi.
“Ada dua titik pembersihan sampah, di Pantai Kulone Terminal, dan pantai sepanjang Jalan RE Maratadinata Tuban,” kata Ketua UT Tuban, Sri Hidajati, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (6/5/2016).
Aksi bersih pantai kali ini wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian terhadap masyarakat. Sebab, generasi muda Tuban berkewajiban menyelamatkan aset wisata daerah berupa pantai.
“Tercatat ada 65 Kilo meter (Km) pantai memiliki problem sampah,” imbuh Hidayati.
Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Tuban, Miyadi, sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari akademisi UT setempat. Hal serupa harus menjadi agenda rutin semua elemen pendidikan, dalam memberikan teladan bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan hal kecil ini menjadi inspirasi bagi publik,” sambungnya.
Pihaknya menilai, besarnya potensi wisata pantai Tuban belum dioptimalkan pengelolaannya. Terbukti, masih banyak temuan tumpukan sampah anorganik, baik di sekitar pemukiman warga ataupun industri.
“Dampaknya daya eksotis pantai belum mampu memikat wisatawan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat pihaknya bakal mengumpulkan, Satuan Kerja (Satker) yang terlibat dalam pengelolaan wisata. Apakah potensi pantai Tuban bakal dibiarkan terus terkikis abrasi, atau dikelola serius supaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tuban.
“Potensi wisata pantai sangat sedikit tergarap,” bebernya.
Diketahui, sebelum aksi bersih pantai akdemisi dimulai, ketua Dewan Miyadi, memberikan kantong plastik secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa. Harapannya kegiatan ini tidak berlansgung hanya sekali, tetapi menjadi program kerja estafet mahasiswa.(aim)