SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan -Larangan pembelian premium dengan menggunakan jerigen di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lamongan, Jawa Timur, dikeluhkan oleh penjual bensin eceran. Larangan ini mulai diterapkan SPBU sejak 1 Mei 2016 lalu.
“Banyak pembeli yang kecele mas. Mau membeli premium tapi tidak ada dan diganti pertamax atau pertalite,” kata penjual bensin eceran di Jalan Raya Maduran, Ilham.
Menurut para penjual bensin eceran, pembeli masih banyak yang memilih premium untuk bahan bakar kendaraanya dengan alasan karena sudah terbiasa membelinya. Selain itu harga pertalite dan pertamax juga lebih mahal. Harga di SPBU, premium Rp6550 perliter, Pertamax Rp7650 perliter dan pertalite Rp7.100 perliter.
Namun karena larangan ini, banyak konsumen yang mengungkan niatnya saat hendak mengisi bensin eceran karena melihat warnanya yang biru tidak kuning seperti premium.
“Sudah dijelaskan tidak jual premium dan diganti pertalite dan pertamax tapi orangnya tidak mau. Mungkin dikira premiumnya oplosan atau gimana” ujar penjual bensin eceran di wilayah Pucuk, Ida.
Sejak adanya larangan pembelian premium dan diganti Pertamax dan Pertalite, penjual bensin eceran itu tidak berani membeli dalam jumlah banyak. Mereka hanya membeli separuh dari jumlah premium yang biasa dibeli untuk dijual lagi.
Pertimbangannya selain harga pertalite dan pertamax lebih mahal dan membutuhkan modal besar, mereka kuatir BBM itu tidak laku jika dijual eceran.
Bahkan banyak penjual bensin eceran yang memilih untuk tidak berjualan dulu melihat perkembangan penjualan pertamax dan pertalite secara eceran lebih dulu.
“Selama ini bensin sudah cukup merakyat khususnya bagi warga desa. karena harganya paling murah. Kalau ada jenis produk BBM lainnya yang dijual, diserahkan saja pada selera masyarakat,” harap Ida.
Namun begitu, baik Ida, Ilham, dan pedagang bensin eceran lainnya berharap SPBU kembali melayani pembelian premium dengan jerigen.
Beberapa pengelola SPBU di Lamongan mengakui animo penjual premium eceran untuk beralih ke pertamax dan pertalite masih cukup rendah.
“Kalau biasanya untuk pembelian premium perorang bisa 30 liter. Tapi sejak berganti pertamax dan pertalite cuma beli separuhnya,” ujar salah satu pengawas SPBU yang minta identitasnya tak disebutkan.(tok)