Komunitas Langit Gelar Pameran Sastra

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Komunitas Langit Tuban (KLT) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang bergerak di bidang kesusastraan, perfilman, dan seni musik, kali ini menggelar pameran sastra bertajuk “Dua Empat Jam”. Pameran singkat tersebut melibatkan 22 sastrawan asli Tuban, maupun yang pernah berproses kreatif di wilayah setempat.

“Kita ingin menyambung silaturahim antar penulis Tuban,” kata Ketua Umum KLT Tuban, Sumartik, kepada Suarabanyuurip.com, dalam pameran sastra di gedung Radio Pradya Suara Tuban, Sabtu (7/5/2016).

Alasan terselenggaranya pameran sastra diantaranya, geliat sastra Tuban mulai tumbuh secara bergerilya. Terbukti, para pengarang bekerja secara individual atas desakan kreatifitasnya.

Dia menilai, pengarang Tuban begitu saja memilih berkarya secara ikhlas, meski jaringan organisasi dewan Keseniannya baru terbentuk akhir bulan April 2016 lalu.

Berbeda dengan tiga kabupaten tetangga serupa Kabupaten Gresik, lamongan, dan Bojonegoro. Semuanya telah memiliki dewan keseniannya, dan menggunakan uang pajak rakyat dalam menciptakan karya.

“Hal tersebut belum berjalan di Tuban,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Terpilih, Dewan Kesenian Tuban, Joko Wahono, mengakui hingga kini lembaganya belum dapat bergerak sesuai harapan seniman setempat. Sebab, organisasi kesenian Tuban yang terbetuk tanggal 26 April 2016 tersebut belum dilantik, sehingga belum memiliki sekretariat maupun anggaran tahunan.

Baca Juga :   Kebun Buah Desa Cengungklung Siap Jadi Agrowisata Bojonegoro

“Kami apresiasi kerja keras Komunitas Langit mewujudkan pameran sastra ini,” sambungnya.

Sementara, Seniman dan budayawan senior Tuban, Suhariyadi, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Terbukti pihaknya meluangkan waktunya membedah buku, antologi cerpen berjudul Orang-Orang Terasing, karya Darju Prasetya.

Dia menggambarkan melalui antologi tersebut, dirinya berjumpa langsung dengan pengarangnya. Perjumpaan tersebut tepatnya pertemuan antara budaya dan intelektual.

“Pameran ini harus menjadi media diskusi penulis,” pesan pak Har sapaan akrab Suhariyadi kepada seorang panitia pameran.

Diketahui, selain menggelar pameran sastra dan bedah buku karya asli pribumi Tuban, KLT juga mengadakan pemutaran film kesenian. Harapannya semua elemen lebih mafhum, apa itu kesenian dan makna berproses kreatif.

Diketahui, pameran sastra ini hanya berlangsung dua hari, mulai tanggal 7-8 Mei 2016. Melibatkan penulis lokal serupa, Suhariyadi yang kesehariannya mengajar di Unirow Tuban dengan label Teater Institutnya.

Lainnya, Heri di Kecamatan Rengel yang banyak menjelajah sastra kesejarahannya, Darju Prasetya di Jatirogo banyak mempublikasikan karyanya, Suantoko di Semanding, membawa harap energi seniman muda Tuban, dan Umar Afiq asli Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, karyanya memiliki kekuatan tersendiri. (Aim)

Baca Juga :   Smartfren Community Launching Rumah Kreatif Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *