SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Ratusan pembecak dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di parkiran wisata Sunan Bonang, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terpaksa melarang 48 bus wisata dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hikmah Surabaya, untuk tidak parkir di wilayah setempat.
Dugaan sementara, ada kesalahpahaman antara pantitia rombongan bus dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban.
“Sebenarnya sejak pagi tadi Dishub sudah menginformasikan kepada ketua paguyuban  soal datangnya 48 bus,†kata Wakil ketua peguyuban PKL Tuban, Tono, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui di parkiran Kebonsari Tuban, Kamis (12/5/2016).
Informasi tersebut juga sudah disampaikan keseluruh anggota paguyuban, dan semuanya gembira lantaran mendapat ladang mengais rejeki kembali.
Tetapi dalam praktiknya sekitar pukul 12:00 WIB, ketika rombongan bus sampai di Tuban bukannya berhenti di parkiran Kebonsari, malah langsung melaju ke parkiran Boom. Tepatnya di sebelah utaranya Alun-alun Tuban.
Melihat hal demikian puluhan pembecak, dan PKL langsung naik pitam. Sebab, sesuai instruksi dari Dishub, bakal ada 25 bus yang masuk di parkiran Kebonsari, sedangkan sisanya langsung ke parkiran Boom.
“Ada salah paham soal informasi awal yang diterima panitia rombongan,†imbuh Tono.
Merasa tidak ada problem, panitia berniat memarkirkan busnya di Kebonsari setelah penumpangnya turun semua di parkiran Boom. Tetapi ratusan pembecak dan PKL sudah terlanjur sakit hati, sehingga portal pintu masuk langsung disegel.
“Kami sakit hati karena sudah menunggu sejak pagi dibawah terik panas,†sergah salah satu pembecak, Gunawan Eko Sasono.
Dia mempertanyakan ketegasan petugas Dishub setempat. Seharusnya kalau ada bus tanpa penumpang hendak masuk, harus dilarang karena tidak membawa efek berantai (Multiplier effect) bagi pembecak dan PKL.
Selain itu, meminta seluruh keputusan soal pembagian jumlah kuota bus segera direalisasikan. Sebab sejak dulu sampai 2016 polemiknya sama, masih soal kuota bus.
Sementara, sampai berita ini diturunkan, perwakilan paguyuban, Dishub Tuban, Polres Tuban, dan Dandim Tuban sedang berunding mencari titik temu atas amuk pembecak dan PK Â ini. (Aim)