SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Join Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menyebutkan, saat ini di Lapangan Sukowati belum ada kegiatan pengeboran baru untuk meningkatkan produksi. Hanya melakukan perbaikan sumur atau walk over saja.
“Kalau ada pengeboran baru mungkin saja berdampak, tapi kalau walk over saya kira tidak ada dampak pada kegiatan di rumah sakit nantinya,” kata Field Administration Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/5/2016).
Meskipun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur jika ada pengeboran baru. Karena jika ada perintah dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas), bukan tidak mungkin pengeboran akan dilakukan.
Disinggung potensi kebocoran gas, Akbar mengaku, JOB P-PEJ telah mengantisipasi hal tersebut. Baik secara tekhnis maupun penanganan kebencanaan.
“Terkait bau, panas, dan bising itu sudah wajar terjadi disemua lokasi pengeboran minyak. Yang jelas, kalau ada bau seperti di Desa Sambiroto dan Ngampel beberapa waktu lalu tidak mengandung H2S,” tandasnya.
Disisi lain, Akbar Pradima, mengaku, sudah melakukan komunikasi dengan Pemkab Bojonegoro terkait operasional RSUD Tipe B di Jalan Veteran pada Juli mendatang. Rumah sakit milik pemerintah ini hanya berjarak 200 meter dari lokasi Pad B yang berada di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas.
“Kalau mau dioperasikan, ya silahkan saja,” pungkasnya. (Rien)