Naker Berkurang Omset Hotel Menurun Drastis

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Menjelang rampungnya pengerjaan proyek EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi) Banyuurip, Blok Cepu, tidak dipungkiri pengurangan tenaga kerja (Naker) pun pasti terjadi. Dampak dari pengurangan itu tidak hanya dirasakan bagi penyedia kos-kosan warga sekitar. Namun juga mengimbas pada menurun drastisnya omset atau pendapatan bagi pengusaha hotel di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pemilik MCM Hotel and Resto, Moh Subeki,  menyampaikan, pengurangan naker yang terjadi sejak awal tahun 2016 lalu.  Membuat setiap harinya banyak pekerja yang mulai meninggalkan hotel karena kontrak kerja selesai dan kembali ke tempat asal. Sehingga membuat omset yang didapat mulai menurun drastis.

“Pengurangannya bertahap,  setiap hari ada lima atau sepuluh yang meninggalkan kamar.  Jadi, yang tersisa sekarang menempati kamar dengan berbagi atau sekamar berdua. Jadi, kalau bicara omset menurun jelas lah dibandingkan sebelum ada pengurangan naker,” ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (16/5/2016).

Awalnya,  kamar hotel di MCM berjumlah 156 kamar.  Semuanya hampir terisi oleh pekerja dari PT Tripatra kontraktor pelaksana EPC 1n Banyuurip.

Baca Juga :   Tanda Tangani MoU, Pertamina-JOGMEC Perkuat Komitmen Transisi dan Keamanan Energi

“Sekarang hanya tinggal kurang lebih 30 kamar yang dihuni. Itupun pasti sebentar lagi juga kosong,” imbuhnya.

Meski begitu,  pihaknya tetap optimis untuk mendapatkan tamu lagi dari pekerja migas yang akan mengerjakan proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB). 

“Saat ini kami sudah mulai mencari informasi siapa saja kontraktornya dan mempromosikan hotel milik kami,” katanya.

“Kira-kira akhir tahun mulai banyak pekerja dari J-TB yang membutuhkan hunianya,” pungkasnya. (Rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *