Dua Alat Biang Kerok Penghambat City Gas

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Jaringan gas rumah tangga program City Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bagi warga sekitar Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di Blok Gundih, sampai sekarang masih belum bisa mengalir.

Semula program ini dijadwalkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai pengelola City Gas, pada awal Februari 2016 lalu, yang dipruntukkan bagi 700 sampai 800 rumah tangga di ring-1 PPGJ namun gagal. Kegagalan rencana tersebut ternyata disebabkan oleh dua alat utama sebagai pendukung dialirkannya gas ke masing-masing rumah tangga yang selama ini menjadi biang keroknya.

“Dua alat tersebut adalah Shut Down Valve (SDV) dan H2S Analyzer,” kata Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya, dua alat tersebut diserahakan kepada Pertamina dan PGN. “Diantara mereka yang nantinya mengadakannya. Bisa Pertamina yang mengadakan didalam lokasi PPGJ. Sedangkan PGN berada di luar lokasi,” ujarnya.

Sementara, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, menuturkan, jika kedua alat itu mestinya PGN yang mengadakan.

Baca Juga :   PEPC dan RJJ Salurkan Bantuan Sembako ke Desa Sekitar JTB

“Wong cuman SDV dan H2S analyzer,” ujarnya melalui pesan singkat yang dikirim kepada suarabanyuurip.com.

Manager PGN area Semarang, Edi Sukamto, mengaku jika pengadaan SDV dan H2S Analyzer masih dalam pembahasan. “Masih dalam pembahasan dengan Migas, Mas,” kata dia. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *